Rabu, 15 Februari 2012

SIAPAKAH AL-MAHDI ITU?


AL-MAHDI AL-MUNTAZHAR (Imam Mahdi yang ditunggu) adalah seorang laki-laki muda dari kaum muslimin yang berasal nabi Muhammad. Namanya adalah Muhammad Ibn Abdullah (jadi namanya sama dengan Rosulullah). Al-Mahdi merupakan salah seorang dari kholifah dan pemimpin yang mendapat petunjuk.
Cirri-ciri Imam Mahdi sebagaimana disebutkan oleh nabi Muhammad bahwasannya Al Mahdi adalah seorang laki-laki yang berhidung panjang, mancung (merupakan sebuah tampang yang elok), berkening luas, iaakan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan keseimbangan. Ia berumur 7/8/9 tahun, dimana manusia akan hidup dizamannya setelah turunnya Isa Almasih dalam kedamaian dan kinikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelum itu.
Tanda-tanda kemunculan Al Mahdi:
1.    Tidak ada /belum ditemukan dalil yang shohih yang menjelaskan tempat dan arah keluarnya Al Mahdi.
2.    Riwayat haditst Rosulullah yang menjelaskan keadaan pasukan yang terbenam ke perut bumi. Yaitu , bahwa ketika pasukan tersebut berusaha terus berjalan untuk mengejar Al Mahdi , maka tiba-tiba semua pasukan tersebut terbenam dalam bumi.
3.    Sesungguhnya tentara yang berjalan untuk menumpas Al Mahdi  dan para pengikutnya adalah tentara pejaln kaki (infantri). Hal ini merupakan suatu dalil perang sekutu Internasional (Armagadon) yang mendahului kemunculan Al Mahdi adalah perang dahsyat yang akan menghancurkan sebagian besar senjata-senjata strategis seperti peluru-peluru kendali & pesewat terbang.
Peperangan yang terjadi di zaman Al Mahdi , dan Al Mahdi sendiri yang akan memeranginya.
1.    Kaum muslimin semenanjung Arabia (yang ingkar)
2.    Kaum Syi’ah
3.    Kaum Rum
4.    Sekularis Turki
5.    Yahudi
6.    Roma
7.    Kaum komunis

CACAT FISIK BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA

Judul: Kelemahanku Adalah Kekuatanku
Penulis: Habibie Afsyah
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Editor:Andry Kristiawan dan Yustina Koen
Tahun Terbit:2009
Kota Terbit: Jakarta
Halaman:100 halaman
ISBN:987-979-22-5138-8

Buku ini ditulis oleh Habibie Afsyah yang terinspirasi pada dirinya sendiri yang dterbitkan 
oleh PT Gramedia pada tahun 2009. Dalam buku ini menceritakan kisah tentang kehidupan 
 seorang Habibie Afsyah yang berjuang untuk menjadi orang yang lebih baik dibalik ketidak
sempunaan fisiknya. Sehingga dapat memotivasi pembaca untuk melakukan yang lebih baik.

Habibie Afsyah adalah seorang pemuda yang menderita penyakit muscular dystrophy.
Tidak cukup itu, vonis dokter yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan hidup lebih dari 
usia 25 tahun, namun hal tersebut tidak membuat patah semangat. Kini telah terbukti dia 
bisa menjadi seorang Entrepeneur muda yang sukses dan membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Dia dapat melewati hari-harinya seperti orang pada umumnya,walaupun dalamkeadaan yang tidak sempurna. Dalam bukunya dia juga menceritakan bahwa dia juga pernah mencintai seorang gadis. Bukan berarti hanya orang yang sempurna secara fisik saja yang bisa mencintai dan dicintai. Untuk mengetahui cerita lengkapnya bacalah bukunya. Buku ini mempunyai bahasa yang mudah dipahami dan berisikan secara lengkap bagaimana seorang Habibie Afsyah dan diceritakan pula bagaimana dia menjalankan kehidupannya. Cover paling belakang terdapat ulasan dari buku ini dan pendapat dari orang yang ternama. Mungkin hanya saja ada sedikit cerita yang diulang dalam buku ini.
Disarankan para anak muda atau remaja untuk membaca buku ini. Sehingga dapat memotivasi
untuk bekerja keras dalam mencapai cita-cita atau sesuatu yang diinginkan. Belajar ikhlas 
dari seorang Habibie Afsyah yang tegar dalam keadaannya yang tidak sempurna.

Rabu, 01 Februari 2012

KISAH ASH-HABUL KAHFI

Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala serta Dia mengilhami merka keimanan,
sehingga meraka mengenal Allah dan menginkari keyakinan mereka yang menyembah berhala.Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaam takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka.
Setelah mereka sepakat mengenai keyakinan tersebut dan menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjelaskannya kepada kaum mereka, maka mereka memohon kepada Allah supaya dimudahkan urusan mereka.
Kemudian mereka berlindung ke gua , lalu Allah memudajkan urusan mereka dengan melapangkan lubang gua serta menempatkan pintunya di sebelah utara , sehingga tidak terkena sinar matahari baik ketika terbit maupun saat terbenam ,dan mereka tertidur dalam gua selama 300 tahun. Allah telah melindungi mereka dari rasa takut, karena posisi mereka berdekatan dengan kaum mereka.
Kemudian Allah membangunkan mereka setelah tertidur dalam waktu yang cukup lama "supaya mereka saling bertanya diantara merekasendiri." Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhya , sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah didalam firman-Nya dalan Al Qur'an surat Al-Kahfi:19.